Senin, 20 Juli 2026

Asal Mula dan Sejarah Desa Bantrung



Asal Mula dan Sejarah Desa Bantrung 

(Barang Beto Kentrung)

Desa Bantrung adalah salah satu desa di Kecamatan Batealit, Jepara. Letak desa ini jika dari arah Jepara berada lebih kurang 7 Km ke arah hutan pinus Setra. Desa Bantrung berbatasan langsung dengan Desa Bawu.
Lantas bagaimana cerita asal mula desa yang tidak jauh dari pusat kecamatan itu dinamakan Bantrung? Berikut cerita yang dituturkan salah satu warga desa bantrung yakni (ibu siti nuri’ah).

Mulanya di desa yang kini bernama Desa Bantrung sering didatangi pengamen yang menggunakan kentrung (rebana) sebagai alat musiknya. Setiap hari pengamen tersebut berjalan keliling dengan menabuh rebana seorang diri. Oleh sebab itulah, wilayah tersebut dinamakan Desa Bantrung.

Karena saking luasnya wilayah mengamen, orang tersebut pun memetak-metakan desa Bantrung menjadi enam kelompok, yang kini dinamakan dukuh.
Pertama Bantrung Pendem. Kenapa dinamakan Bantrung Pendem? Karena di wilayah ini, banyak terdapat makam. Jadi sepanjang perjalanan orang tersebut mengamen menjumpai banyak makam. Itu sebabnya diberi nama Bantrung Pendem.
Kemudian Bantrung Kedung Dowo. Dinamakan Bantrung Kedung Dawa lantaran saat mengamen menggunakan kentrung, si pengamen dalam perjalanan ngamennya menjumpai (dan menyusuri) sungai yang sangat panjang dan dalam. Kedung dalam bahasa Jawa yaitu bagian sungai yang paling dalam (palung sungai), sedangkan dawa artinya panjang.

Selain itu, ada yang diberi nama Bantrung Krajan. Nama tersebut diberikan lantaran saat berkeliling mengamen, pengamen tersebut menjumpai banyaknya kranjang yang terbuat dari janur. Selain menjumpai banyak kranjang janur, si pengamen menjumpai sungai dengan bebatuan yang melekah.

Berikutnya Dukuh Bantrung Ngancar. Dulunya ada pengamen yang sedang berkeliling mengamen pasti beristiharat minum dan mandi di sungai yang airnya jernih. Aliran air sungai itu mengalir deras. Selain itu, di sungai tersebut juga terdapat air terjun.
Selanjutnya Bantrung Sekuto dan Bantrung Sendang. Menurut, kenapa dinamakan Bantrung Sekuto?, karena wilayah tersebut wilayah yang paling ramai. Itu sebabnya diberi nama Bantrung Sekuto, yaitu dari kata Kuto (Kota). Dimana kota selalu identik dengan pusat keramaian. Sedangkan untuk penamaan Bantrung Sendang, bu siti menuturkan karena dulunya di wilayah tersebut banyak terdapat sendang atau belik. Sendang atau belik (bahasa Jawa) yaitu sumber mata air yang keluar dari tanah. Kemudian membentuk seperti kolam besar.

Kali ini ibu siti nuri’ah nampak lebih bersemangat menuturkan legenda-legenda pedukuhan di desa tempatnya bermukim. Kebanggan itu nampak, mungkin beliau sadar betul karena tak banyak generasi saat ini yang ingin belajar mengetahui legenda asal mula desa tempatnya tinggal. Padahal, setiap desa pasti memiliki cerita legenda yang melatarbelakangi penamaan atau terjadinya desa tersebut.

terimakasih telah berkunjung....

Sejarah desa bawu mojo

SEJARAH BAWU MOJO BATEALIT JEPARA 


KISAH PEREMPATAN BAWU MOJO

Sekarang saya akan posting sejarah atau asal usul desa bawu mojo batealit jepara
          Bawu mojo yang sekarang jalan raya jalur cepat yang sekarang sudah kemajuan zaman bawu mojo dulunya sngat sepi sekali dan pada tahun atau zaman dahulu bawu mojo banyak pohon yang tumbuh subur dan dulunya jln bawu mojo hanya bisa di lewati satu mobil , pada zaman dahulu di sekitar perempatan bawu mojo ada sebuah pohon yang konon ceritanya pohon itu pohon mojo yang pada zaman dahulu sangat tumbuh besar dan pohon itu dulu di sebelah perempatan bawu mojo tumbuh sangat subur dan ber ukuran besar.
          Bawu batealit jepara sudah ada sebelum saya lahir dan sampai sekarang bawu batealit jepara kini semakin maju perkembangannya , tidak seperti pada zaman dahulu yang konon ceritanya menurut orang yang lebih tua atau menurut nenek moyang kita bawu batealit jepara tepatnya di perempatan bawu mojo dulu ada sebuah kisah seorang nenek yang sudah tua dengan pakai selendang di kepala atau berkrudung selendang sarung akan tetapi seorang nenek itu berjalan tidak normal atau berjalan dengan kata lain istilah jawanya ngesot .
          Pada zaman dahulu seorang nenek itu sering beristirahat di bawah pohon mojo yang konon ceritanya pohon itu sangat besar dan pada zaman dahulu nenek itu sering istirahat disitu bahkan nenek itu tidur di bawah pohon mojo sampai akhirnya nenek itu meninggal dan hilang entah kemana sampai sekarang saya juga tidak tau karena sejak itu saya belum lahir dan sayangnya saya belum tau kelanjutan ceritanya karena orang yang cerita dengan ku tak mau ngelanjutin kisah nenek itu.
          Sobat blog tercinta atau sobat bawu jepara tercinta sampai sekarang desa bawu mojo yang terkenal ramai akan lingkungannya masih mengandung bau mistis karena asala usul desa bawu mojo yang dulu sempit dan ber isi pohon mojo dan seorang nenek tadi yang saya ceritakan telah membawa cerita mistis dan sampai sekarang jika ada seorang yang lewat perempatan bawu mojo dia pakai selendang jarik atau sarung di taruh di atas kepala maka konon katanya tidak boleh karena nenek itu bilang ‘ kalau lewat perempatan bawu mojo jangan pakai selendang atau sarung di atas kepala karena nenek kuwatir nanti dia seperti nenek tidak bisa jalan normal atau istilah jawa ngesot.
          Sobat blog tercinta atau sobat bawu jepara tercinta demikian sejarah atau asal usul desa bawu mojo yang sekarang ada bangjonya yang sangat ramai , buat nenek yang telah memperjuangkan desa saya bawu mojo dan buat semuanya saya mohon ma’af apabila ada kata-kata yang kurang pas atau ada yang salah dengan cerita saya ini saya mohon ma’af dan semoga nenek itu masuk surga dan tetap di ampuni dosanya oleh sang kuasa . Amin…..

Selasa, 04 Oktober 2016

Sejarah Desa Pancur

Sejarah Desa Pancur Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara

Sejarah Desa Pancur
 

Desa pancur merupakan desa di salah satu kota jepara, kota ukir jepara selain menjual furniture jepara telah mempunyai sejarah tentang desa yang dimana sangat luas dan sejuk lingkungan nya , jadi jepara kota ukir selain tempat produksi mebeljepara masih ada desa yang sangat bagus dan budaya masyarakatnya sangat ramah …

Sejarah Desa Pancur Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara : Desa Pancur adalah salah satu desa di kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. sendiri mempunyai sejarah yang luar biasa, asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.

Menurut seorang penulis Portugis bernama Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”, Jepara baru dikenal pada abad ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada dibawah pemerintahan Demak. Kemudian Aryo Timur digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun Jepara menjadi kota niaga.

Pati Unus dikenal sangat gigih melawan penjajahan Portugis di Malaka yang menjadi mata rantai perdagangan nusantara. Setelah Pati Unus wafat digantikan oleh ipar Faletehan /Fatahillah yang berkuasa (1521-1536). Kemudian pada tahun 1536 oleh penguasa Demak yaitu Sultan Trenggono, Jepara diserahkan kepada anak dan menantunya yaitu Ratu Retno Kencono dan Pangeran Hadirin suami. Namun setelah tewasnya Sultan Trenggono dalam Ekspedisi Militer di Panarukan Jawa Timur pada tahun 1546, timbulnya geger perebutan tahta kerajaan Demak yang berakhir dengan tewasnya Pangeran Hadirin oleh Aryo Penangsang pada tahun 1549.

Kematian orang-orang yang dikasihi membuat Ratu Retno Kencono sangat berduka dan meninggalkan kehidupan istana untuk bertapa di bukit Danaraja. Setelah terbunuhnya Aryo Penangsang oleh Sutowijoyo, Ratu Retno Kencono bersedia turun dari pertapaan dan dilantik menjadi penguasa Jepara dengan gelar  NIMAS RATU KALINYAMAT. Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat (1549-1579), Jepara berkembang pesat menjadi Bandar Niaga utama di Pulau Jawa, yang melayani eksport import. Disamping itu juga menjadi Pangkalan Angkatan Laut yang telah dirintis sejak masa Kerajaan Demak.

Sebagai seorang penguasa Jepara, yang gemah ripah loh jinawi karena keberadaan Jepara kala itu sebagai Bandar Niaga yang ramai, Ratu Kalinyamat dikenal mempunyai jiwa patriotisme anti penjajahan. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Adalah tidak berlebihan jika orang Portugis saat itu menyebut sang Ratu sebagai
“RAINHA DE JEPARA”SENORA DE RICA”, yang artinya Raja Jepara seorang wanita yang sangat berkuasa dan kaya raya.

Serangan sang Ratu yang gagah berani ini melibatkan hamper 40 buah kapal yang berisikan lebih kurang 5.000 orang prajurit. Namun serangan ini gagal, ketika prajurit Kalinyamat ini melakukan serangan darat dalam upaya mengepung benteng pertahanan Portugis di Malaka, tentara Portugis dengan persenjataan lengkap berhasil mematahkan kepungan tentara Kalinyamat.

Namun semangat Patriotisme sang Ratu tidak pernah luntur dan gentar menghadapi penjajah bangsa Portugis, yang di abad 16 itu sedang dalam puncak kejayaan dan diakui sebagai bangsa pemberani di Dunia.

Dua puluh empat tahun kemudian atau tepatnya Oktober 1574, sang Ratu Kalinyamat mengirimkan armada militernya yang lebih besar di Malaka. Ekspedisi militer kedua ini melibatkan 300 buah kapal diantaranya 80 buah kapal jung besar berawak 15.000 orang prajurit pilihan. Pengiriman armada militer kedua ini di pimpin oleh panglima terpenting dalam kerajaan yang disebut orang Portugis sebagai “QUILIMO”.
Walaupun akhirnya perang kedua ini yang berlangsung berbulan-bulan tentara Kalinyamat juga tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, namun telah membuat Portugis takut dan jera berhadapan dengan Raja Jepara ini, terbukti dengan bebasnya Pulau Jawa dari Penjajahan Portugis di abad 16 itu.

Sebagai peninggalan sejarah dari perang besar antara Jepara dan Portugis, sampai sekarang masih terdapat di Malaka komplek kuburan yang di sebut sebagai Makam Tentara Jawa. Selain itu tokoh Ratu Kalinyamat ini juga sangat berjasa dalam membudayakan SENI UKIR yang sekarang ini jadi andalan utama ekonomi Jepara yaitu perpaduan seni ukir Majapahit dengan seni ukir Patih Badarduwung yang berasal dari Negeri Cina.

Menurut catatan sejarah Ratu Kalinyamat wafat pada tahun 1579 dan dimakamkan di desa Mantingan Jepara, di sebelah makam suaminya Pangeran Hadiri. Mengacu pada semua aspek positif yang telah dibuktikan oleh Ratu Kalinyamat sehingga Jepara menjadi negeri yang makmur, kuat dan mashur maka penetapan Hari Jadi Jepara yang mengambil waktu beliau dinobatkan sebagai penguasa Jepara atau yang bertepatan dengan tanggal 10 April 1549 ini telah ditandai dengan Candra Sengkala TRUS KARYA TATANING BUMI atau terus bekerja keras membangun daerah.

Pancur sebagai bagian dari wilayah Jepara, menurut catatan para sesepuh desa Pancur, asal nama Pancur sendiri berasal dari perkataan Sendang Pancuran Sendang Pancuran mulai dikenal sejak Empu Supo (murid Sunan Kalijaga) singgah di kampung Pancur Suwang (Rt 35/07) ketika terjadi geger perebutan tahta Kerajaan Demak yang berakhir wafatnya Sultan Hadlirin pada tahun 1549 M. sebagai nama tempat berwudlu setiap Empu Supo akan menempa keris, dan tempat istirahat tentara Demak, menurut Raden….. yang mendapat mandat dari….

Sebagai penguasa untuk wilayah Jepara, Demak, Kudus, dan Pati. Mendapat tugas untuk mencari Sendang Pengasihan, setelah mengadakan penelusuran Sendang Pancuran inilah yang dimaksud dengan Sendang Pengasihan. Di Sendang ini Empu Supo bersuci dan bersujud, Sendang tersebut juga menjadi tempat istirahat tentara Demak dan LEMAH DUWUR (sebelah Sendang) dijadikan sebagai tempat untuk menempa senjata Dari sinilah nama Pancoran kemudian menjadi nama Desa Pancur. Untuk menjaga tentara dan warga dari serangan musuh, jalan menuju Sendang diberi Azimat agar musuh menjadi luluh, tempat tersebut terkenal dengan nama Kali wuluh, kemudian di utara Kali wuluh (perbatasan antara desa Raguklampitan dengan Pancur) di beri Azimat oleh Empu Supo untuk menangkal musuh, tempat tersebut diberi nama Kali Panean dari kata mani’ dalam bahasa arab artinya mencegah/menangkal.

Dalam lintasan sejarah, desa Pancur telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Menurut penuturan warga, kampong (baca: desa) ini dulunya termasuk desa yang kramat dan setiap orang yang tinggal selalu meninggal, akhirnya Syekh Subakir mengutus Mbah Ronggo Jiwo disertai dengan Nyai Ratu Gondo Sari dan Nyai Ratu Dewi Seruni Mbah Ronggo Jiwo dimakamkan di Makamdo’a, Dewi Ayu Seruni dimakamkan di Kali Totok dan Nyai Ratu Gondo Sari dimakamkan di Kedung Gambir.

Dalam lintasan perjalanan menuju kampong Pancur, bagi orang yang tidak baik akan luluh dan di tangkal di Kali Panean, dalam perjalanan spiritual menuju hidup yang lebih baik jiwa harus ditotokke (dengan cara bertaubat) dalam perjalanan spiritual berikutnya ke Makam Do’a orang harus senantiyasa berdzikir, berdo’a dan senantiyasa berharap kepada Allah SWT, perjalanan berikutnya menuju Kedung Gambir, Kedung Gambir sendiri mengandung filosofi “orang kalau ingin kaya, alim harus gambir/pahit atau prihatin, riyadloh dulu”.
Dalam menuju kebersihan jiwa/hati bersuci di Sendang (tabarrukan di petilasan Empu Supo) untuk menyinarkan energy positif dan menyirnakan energi negative (tahalli, takholli, tajalli) dalam perjalanan berikutnya proses penghambaan dengan Sholat dan kholwat di Masjid Wali Kenduren. Masjid tersebut adalah Masjid Pertama peninggalan Eyang Merto dan Syekh Baladah atau Syekh Baghdad dari Demak ( kerabat dari Ki Ageng Selo/Moyangnya Raja-Raja Mataram).
Dengan Masjid tersebut adalah (tunggak Jati Pancur) diharapkan sebagai kegiatan untuk mensyiarkan Agama Islam di Kampung Pancur. Nama kenduren di ambil dari nama desa di Demak tempat tinggalnya Mbah Kedah (kerabat dari Syekh Baladah) yang pernah singgah di Pancur dalam pencarian kerabatnya (Syekh Baladah) dan diberi tanah di kampong Pancur yang diberi nama tanah Kenduren yang dijadikan sebagai tempat untuk Masjid.
Di kenduren sendiri ada tanah yang diberi nama tanah Pancur. Dari sinilah awal persaudaraan antara warga Pancur dengan warga Kenduren, Mbah Kedah juga diberi Bende (gong kecil) peninggalan Mbah Ronggo Jiwo yang ada di Kedung Gambir, bende ini setiap musim kemarau panjang dipinjam warga Pancur untuk upacara ADUS CENDOL di daerah kali Randobango Pancur, agar pada musim kemarau diberi hujan. Dalam perjalanan spiritual berikutnya adalah mengingat bahwa hanya kepada Allah tempat kita mohon perlindungan, pertolongan dan tempat kembali, berziarah ke Makam Syekh Baladah Kalisawah, Makam Pakis Adji Mbah Abdul Ghoni, Makam Mbah Eyang Merto dan Mbah KH. Hasan Kafrawi. Mbah Hasan Kafrawi adalah keturunan dari Sultan Banten dan Pateh Cerbon, yang meneruskan perjuangan Mbah Syeh Baladah dan Eyang Merto, dalam perjuangannya Mbah Hasanb Kafrawi (tabarrukan pucak masjid wali kenduren) untuk dijadikan sebagai pucak Masjid di Tamansari.

hal ini dikuatkan oleh hasil riyadloh Mbah H. Muhadi bahwa kelima tokoh tersebut adalah akal bakal Desa Pancur. Menurut Ky. Masyudi Syekh Baladah, Eyang Merto, dan Empu Supo adalah utusan Sunan Kalijaga, untuk menyebarkan agama Islam di Desa Pancur. Syekh Baladah sebagai Imam Masjid Wali, Eyang Merto sebagai muadzin, dan Empu Supo sebagai keamanan.

Sejarah Singkat Tentang Empu Supo Anom (Raden Djoko Supo) dan Terbentuknya Sendang Kanoman di Desa Pancur jepara – Tampil selalu cantik atau ganteng dan terus terlihat muda, selalu diidam-idamkan banyak orang. Maka tak heran ada ribuan orang yang berdatangan dan tumpah ruah di Belik Sendang Kanoman yang ada di Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Jepara.

Terutama saat malam 1 Syuro. Ribuan orang dari berbagai daerah rela berdesak-desakan untuk sekadar bisa mandi atau membasuh muka menggunakan air dari belik atau sendang (mata air) tersebut.
Seperti malam satu Syuro Tak peduli lelaki, perempuan, tua, muda, bahkan anak-anak, rela berdesakan demi mencari berkah dari air di belik itu.
Belik Sendang Kanoman. Mereka mempercayai air dari belik tersebut bisa membuat awet muda. Tak hanya warga dari Jepara saja, namun juga tak sedikit warga dari kabupaten tetangga seperti Kudus dan lainnya, juga ikut berdatangan.

Warga menyakini, air di belik yang berada di kawasan Rt.35 Rw.06 Suwang Lor Dukuh Tamansari, Pancur tersebut merupakan air abadi, lantaran tak pernah surut ataupun kering, meskipun kekeringan melanda. Mereka meyakini mitos yang selama beredar di masyarakat jika air di belik tersebut mampu menjadi obat awet muda.

“Selama ini diyakini mampu membawa keberkahan, seperti awet muda, dan melancarkan rezeki,” ujar salah seorang pengunjung, Uswatun, asal Dukuh Bomo, Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara,desa pancur jepara

Uswatun mengatakan, dirinya tak hanya sekali ini saja berkunjung ke Belik Sendang Kanoman tersebut. Tahun-tahun sebelumnya juga kerap datang bersama dengan anak dan saudaranya. “Itung-itung melestarikan tradisi juga yang selama ini ketika malam 1 Muharram datang ke sini untuk mandi,” ungkapnya.

Mitos tersebut telah diyakini sebagian masyarakat di desa tersebut dan menyebar ke daerah lain sejak lama. Terbukti, setiap tahun di malam 1 Muharram mbelik Sendang Kanoman itu selalu ramai pengunjung. Diyakini Sendang Petilasan Empu Supo

Berdasarakan cerita turun temurun, kebaradaan Belik Sendang Kanoman tak lepas dari mitos Empu Supo, Raden Djoko Supo putra empu pangeran Sedayu yang punya keahlian membuat keris dan belajar pada sunan kalijogo Telah mengabdi di bintoro demak.

Tdk banyak riwayat tntg kiprah raden Djoko Supo di bintoro... krn pada zaman itu tdk sedikit para empu yang membuat senjata bagi pasukan demak.. bahkan empu Djoko Supo hari2nya di habiskan di kadilangu memperdalam ilmu agama dan kedigdayaan... hingga suatu ketika perpecahan politik demak terjadi... antara ratu kalinyamat dan aryo penangsang... raden Djoko Supo tdk ingin terlibat dlm kancah politik... dan memohon bimbingan serta arahan Sunan Kalijogo... Kanjeng Sunan mengutus Raden Djoko Supo untuk ke jepara kemudian beliau bersedia menjalani nya.

Pada suatu hari, ketika sampai di sebuah desa (sekarang bernama Desa Pancur), empu supo anom (raden djoko supo) sampai di sebuah bukit, kemudian, dia mendengar suara percikan air, kemudian beliau singgah dan bersemedi disana.yang sekarang tempatnya abadikan sebagai sendang pengasihan. Atau warga sekitar sering menyebut dengan nama sendang kanoman.

Sumber ini saya ambil dari facebook teman saya , pak edy putra .
Demikian artikel tentang sejarah desa pancur kec mayong kabupaten jepara yang berada di kota jepara , kota yang sudah mempunyai nama kota ukir mebel jepara yang banyak kerajinan ukir dalam membuat furniture jepara

Sabtu, 12 Maret 2016

makalah arti kemerdekaan



Makalah Arti pentingnya kemerdekaan bagi bangsa Indonesia

A.   Pembahasan
Pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 atas nama bangsa Indonesia Soekarno dan Muh Hatta telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. sebuah peristiwa bersejarah bagi bangsa indonesia yaitu Kemerdekaan, Sejak itu Bangsa Indonesia terbebas dari belenggu penjajah Belanda dan Jepang. Kemerdekaan senantiasa mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa, Dalam hal ini kemerdekaan Indonesia mempunyai beberapa arti penting, antara lain:
1.Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, merupakan puncak perjuangan bangsa ini. Jadi, serangkaian perjuangan menentang kolonial akhirnya akan mencapai pada suatu puncak, yakni kemerdekaan.
2.Dengan kemerdekaan, berarti bangsa Indonesia mendapatkan suatu kebebasan. Bebas dari segala bentuk penindasan dan penguasaan bangsa asing. Bebas menentukan nasib bangsa sendiri. Hal ini berarti bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berdaulat, bangsa yang harus memliki tanggung jawab sendiri dalam hidup berbangsa dan bernegara.
3.Kemerdekaan adalah suatu jalan ”jembatan emas” atau merupakan pintu gerbang untuk menuju masyarakat  adil dan makmur. Jadi, dengan kemerdekaan itu bukan berarti perjuangan bangsa sudah selesai. Tetapi, justru muncul tantangan baru untuk mempertahankan dan mengisinya dengan berbagai kegiatan pembangunan. Menurut kamus Bahasa Indonesia, Merdeka ialah bebas dan lepas dari segala macam penjajahan.
Macam-macam Penjajahan tersebut bisa berupa penjajahan fisik, ekonomi, politik dan sebagainya. Jika dibilang bangsa Indonesia telah merdeka sepenuhnya? Maka jawabannya adalah belum. Karena masih banyak penjajahan fisik, ekonomi bahkan politik. Parahnya lagi, penjajahan di usia ke 68 tahun kemerdekaan Indonesia ini masih saja ada sebagian masyarakat yang belum merasakan kemerdekaan sesungguhnya. Rakyat negeri ini, masih bergelimang dalam kemiskinan dan penderitaan yang teramat menyakitkan. Masih banyak bayi-bayi di negeri ini mengalami busung lapar, puluhan ribu para pejuang masih berlindung dalam gubuk-gubuk yang kumuh. Jutaan petani yang terus berteriak tak berdaya karena mahalnya harga pupuk oleh spekulan tengkulak dan rentenir. Lihat pula buruh dan karyawan pabrik yang memerlukan asih memenuhi kebutuhan hidup anak istrinya. Buruh pabrik atau kuli yang harus bermandi peluh untuk memberi nafkah keluarga, sementara upah tidak memenuhui kebutuhan hidup anak dan isterinyersebut dilakukan oleh sesama rakyat Indonesia sendiri.


B.Makna Kemerdekaan Indonesia
Kemerdekaan senantiasa mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa, termasuk Indonesia.Proklamasi kemerdekaan indonesia dan pengakuannya oleh dunia telah didapatkan bangsa ini dengan perjuangan berat tak kenal pamrih. Dengan modal kemerdekaan, suatu bangsa akan memiliki harga diri dan dapat bersama-sama duduk saling berdampingan dengan bangsa-bangsa di dunia.

Dalam hal ini kemerdekaan Indonesia mempunyai beberapa arti penting, antara lain:
  1. Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, merupakan puncak perjuangan bangsa ini. Jadi, serangkaian perjuangan menentang kaum penjajah akhirnya akan mencapai pada suatu puncak, yakni kemerdekaan.
  2. Dengan kemerdekaan, berarti bangsa Indonesia mendapatkan suatu kebebasan. Bebas dari segala bentuk penindasan dan penguasaan bangsa asing. Bebas menentukan nasib bangsa sendiri. Hal ini berarti bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berdaulat, bangsa yang harus memliki tanggung jawab sendiri dalam hidup berbangsa dan bernegara.
  3. Kemerdekaan adalh "jembatan emas" atau merupakan pintu gerbang untuk menuju masyarakat  adil dan makmur. Jadi, dengan kemerdekaan itu bukan berarti perjuangan bangsa sudah selesai. Tetapi, justru muncul tantangan baru untuk mempertahankan dan mengisinya dengan berbagai kegiatan pembanguna.
Setelah teks proklamasi selesai diketik oleh Sayuti Melik dan ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta malam itu, maka pada pagi harinya, tanggal 17 Agustus 1945 di rumah Ir. Soekarno, Pegangsaan Timur No.56 telah di adakan persiapan untuk menyambut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sekitar 1.000 orang telah hadir untuk menyaksikan peristiwa yang sangat penting itu. Tetapi rakyat sebagian besar justru menuju ke tanah lapang Ikada. Karena tersebar berita bahwa proklamasi akan di adakan di tanah lapang tersebut.



Pukul 09.55 WIB Bung Hatta datang dan langsung masuk ke kamar Ir. Soekarno. Kemudian kedua pemimpin itu menuju ke ruang depan. Tepat pukul 10.00 WIB acara dimulai. Ir. Soekarno tampil ke depan mikrofon. Ia berpidato sebagai pengantar, lalu membacakan naskah Proklamasi yang telah ditandatangani Bung Karno dan Bung Hatta.
Adapun bunyi teks proklamasi itu adalah sebagai berikut:
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, tanggal 17 bulan 8 Tahun '45
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno – Hatta

Setelah itu, maka para wartawan dan para pemuda mulai menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu melalui berbagai media, misalnya: radio, poster, surat kabar, selebaran, dan bahkan dari mulut ke mulut. Dengan demikian berita proklamasi itu cepat meluas ke seluruh wilayah negara Indonesia, bahkan ke luar negeri.
Dengan tersiarnya berita tersebut ke luar negeri, maka 2 tahun kemudian Pemerintah RI menerima pengakuan dari berbagai negara, misalnya Mesir. Libanon, Syiria, Afganistan, Birma, Saudi Arabia, kemudian Yaman dan Rusia. Sebelum itu sebenarnya secara fakta kemerdekaan RI sudah diakui oleh Inggris dan USA.
Sehari setelah Proklamasi kemerdekaan, yakni tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidang. Sidang ini menghasilkan beberapa keputusan, yaitu:
  1. Mengesahkan UUD, yang kemudian dikenal sebagai UUD 1945.
  2. Memilih Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Presiden dn Wakil Presiden RI.
  3. Sebagai masa peralihan, Presiden untuk sementara dibantu oleh sebuah Komite Nasional.
Sejak saat itu pula secara nyata telah lahir negara kesatuan Republik Indonesia. Secara nyata sebagai negara karena Indonesia telah memiliki syarat-syaratnya sebagai negara. Syarat tersebut adalah: memiliki wilayah, penduduk atau bangsa dan pemerintahan yang berdaulat.

C.Contoh perilaku masyarakat
Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan peristiwa detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, dilaksanakan pada hari  Jumat tanggal 17 Agustus 1945 Tahun Masehi  atau bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang.  Detik-detik yang sangat bersejarah bagi bangsa indonesia itu dilaksanakan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, sekarang disebut sebagai Jalan Proklamasi No.1, Jakarta Pusat.  Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Muhammad Hatta membacakan teks naskah Proklamasi yang sebelumnya telah diketik oleh Sayuti Melik.
Sikap positif bukan berarti sikap yang penurut, namun lebih dari pada itu, yaitu kreatif, kritis, mandiri dan berani membela kebenaran serta menjunjung tinggi prinsipprinsip, asas-asas dan tujuan yang disepakati bersama. Oleh karenanya sikap positif terhadap makna Proklamasi Kemerdekaan dan suasana kebatinan konstitusi pertama adalah sikap kreatif, kritis, mandiri, berani membela kebenaran dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip, asas-asas serta tujuan hidup bernegara sebagaimana telah dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan dan asas kerohanian Pancasila serta nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Sebagai bangsa Indonesia yang terlahir di bumi tanah air Indonesia kita harus menyadari akan mulia dan terpujinya perjuangan para pendiri negara ini. Dengan gigih mereka memperjuangkan kemerdekaan untuk lepas dari belenggu penjajah. Pengorbanan diri sebagai pahlawan bangsa dalam mencapai suatu kemerdekaan merupakan wujud tekad yang kuat dalam menentang penjajahan di muka bumi ini. Oleh karenanya apa yang telah dilakukan dan diperjuangkan oleh para pendiri negara, para pejuang bangsa, para pahlawan bangsa tidak boleh disia-siakan dan harus dipertahankan serta diwujudkan dalam tindakan dan perbuatan nyata guna mencapai tujuan nasional bangsa. Inilah wujud sikap positif untuk mengisi kemerdekaan bangsa.
Sikap positif terhadap proklamasi berarti menghargai perjuangan para pahlawan bangsa, da sikap positif terhadap suasana kebatinan dan nilai-nilai Konstitusi pertama berarti menjunjungtinggi cita-cita kehidupan bernegara dengan tata hukum bernegara di dala kehidupan negara yang didirikan pada pada tanggal 17 Agustus 1945.


Penghargaan terhadap para pejuang bangsa serta para pahlawan bangsa dapat ditunjukkan dengan berbagai upaya untuk mengisi kemerdekaan guna menuju tercapainya tujuan nasional bangsa Indonesia. Sedangkan menjunjung tinggi cita-cita kehidupan bernegara dapat ditunjukkan dengan berbagai upaya agar kehidupan bernegara sesuai dengan tata aturan bernegara yang diharapkan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan, aktivitas dan perbuatan yang mengarah kepada tercapainya tujuan nasional dalam tata aturan bernegara yang sesuai dengan hukum dasar negara, dan ini dapat dilakukan dengan beberapa aktivitas, diantaranya:
  1. sebagai warganegara yang selalu taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; 
  2. berlaku jujur dalam setiap kata dan perbuatannya; 
  3. belajar giat supaya menjadi warga negara yang cerdas berpendidikan yang maju setara dengan bangsa-bangsa dari negara-negara maju; 
  4. membangun negara dengan memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia; 
  5. meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mendirikan tempat-tempat usaha produktif untuk menampung tenaga kerja; 
  6. menunjukkan rasa kebersamaan seluruh suku bangsa yang ada untuk saling membantu dalam melakukan pembangunan di seluruh wilayah ne-gara Republik Indonesia; 
  7. memupuk tenggang rasa toleransi adanya perbedaan dengan tetap berpegang pada prinsip Bhinneka Tunggal Ika. 
  8. selalu setia kepada bangsa dan negara Republik Indonesia; 
  9. selalu bekerja keras tanpa kenal menyerah untuk membangun negara; 
  10. menentang segala penindasan yang dilakukan terhadap rakyat Indonesia; 
  11. menghormati dan menjunjung tinggi hukum yang berlaku; 
  12. menghargai perbedaan pendapat, 
  13. berlaku adil dalam mengambil keputusan, 
  14. berperan serta dalam pelaksanaan pemilu, 
  15. mendukung segala kebijakan politik pemerintah yang merakyat, 
  16. rela berkorban untuk membela tanah air dari serangan musuh, 
  17. selalu setia mempertahankan keutuhan wilayah negara. 
  18. kritis terhadap kondisi kehidupan kesengsaraan rakyat;




KATA  PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang proklamasi kemerrdekaan yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “PROKLAMASI  KEMERDEKAAN ” yang menjelaskan bagaimana system politik ini lahir.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru Sejarah Kebudayaan Indonesia yang telah membimbing penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Penulis






i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................i
DAFTAR ISI .....................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................1
1 Latar Belakang ...............................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
1.Arti penting kemerdekaan…………………………………………2
2.makna kemerdekaan………………………………………………3
3.Contoh perilaku masyarakat……………………………………...5
BAB III PENUTUP
1.Kesimpulan ......................................................................................7












ii


BAB.1
PENDAHULUAN

1.Latar belakang
Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau “Dokuritsu Junbi Cosakai”, berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI.[1] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat.

1
BAB. Penutup
Kesimpulan
Kemerdekaan senantiasa mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa, Dalam hal ini kemerdekaan Indonesia mempunyai beberapa arti penting, antara lain:
1.Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, merupakan puncak perjuangan bangsa ini. Jadi, serangkaian perjuangan menentang kolonial akhirnya akan mencapai pada suatu puncak, yakni kemerdekaan.
2.Dengan kemerdekaan, berarti bangsa Indonesia mendapatkan suatu kebebasan. Bebas dari segala bentuk penindasan dan penguasaan bangsa asing. Bebas menentukan nasib bangsa sendiri. Hal ini berarti bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berdaulat, bangsa yang harus memliki tanggung jawab sendiri dalam hidup berbangsa dan bernegara.
3.Kemerdekaan adalah suatu jalan ”jembatan emas” atau merupakan pintu gerbang untuk menuju masyarakat  adil dan makmur. Jadi, dengan kemerdekaan itu bukan berarti perjuangan bangsa sudah selesai. Tetapi, justru muncul tantangan baru untuk mempertahankan dan mengisinya dengan berbagai kegiatan pembangunan. Menurut kamus Bahasa Indonesia, Merdeka ialah bebas dan lepas dari segala macam penjajahan.


MAKALAH SEJARAH

ARTI PENTING KEMERDEKAAN
Makalah ini disusun untuk guna memenuhi tugas mata pelajaran ibu Endang,s.pd


Disusun Oleh:
1. Nor Halimah
2. Naili Salamah
3. Nanda Meinastiti
4. Puji Ismiati




MADRASAH ALIYAH NEGERI BAWU JEPARA
( MAN BAWU JEPARA )
TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014